KulWA #21 “Pengalaman Pendampingan UMKM”

WhatsApp Image 2017-09-19 at 20.20.05

Pada kesempatan kali ini, Kuliah Whatsapp Perum Jamkrindo mengundang narasumber dari eksternal. Narasumber KulWa kali ini adalah seorang pendamping UMKM yang telah lama berkecimpung dalam dunia pendampingan. Tema yang disampaikan pada kesempatan ini adalah “Pengalaman Pendampingan UMKM”. Diskusi ini dimoderatori oleh Ibu Wulanita Kuswotanti (Kepala Seksi Pendampingan UMKM). Sebelum masuk ke materi inti, mari kita simak sekilas tentang profil narasumber dalam KulWa ini :

Nama                                    : Nining Nur Farida

Tempat/Tgl Lahir              : Jakarta/10 September 1978

Alamat                                  : GDC Cluster Gardenia Depok

Pengalaman                       : Pendamping di Cluster Pakaian Anak Mampang Jakarta, 2001

Saat ini, narasumber aktif di Asosiasi BDS Indonesia sejak tahun 2001 dan sekarang menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP ABDSI

Selanjutnya, mari kita simak materi yang disampaikan oleh narasumber kita kali ini

Assalammualaikum. Selamat malam Bpk/ibu semua. Perkenalkan sy Nining Nur Farida, pendamping usaha Mikro dan Kecil. Saat ini saya berpartisipasi dlm program pendampingan UMKM yg sedang dijalankan oleh Perum Jamkrindo di beberapa pesantren di Banten.

Menjadi pendamping/mentor/konsultan/coach merupakan pekerjaan saya sejak thn 2001 – sekrang. Berawal dari mendampingi cluster pakaian anak di mampang prapatan hingga menjadi konsultan Bank Dunia utk project Acsess SME to Financial Institution, dan beberapa project lainnya. Namun semuanya berkaitan dengan UKM, LKM dan Lembaga Keuangan. Buat saya,  menjadi pendamping UKM adalah panggilan hati, saya merasa bahagia ketika bisa membantu bisnis orang lain berkembang, atau membantu mereka yg hancur saat bencana memporak porandakan bisnis mereka. Pasca Tsunami, 2 tahun saya terlibat di project pemulihan ekonomi masyarakat Aceh. Begitu juga saat gempa di Sumatera Barat, saya terlibat dalam pemulihan bisnis masyarakat. Secara profesional, pendamping UMKM bisa berwajah macam-macam karena sektor industri yang kita dampingi pun beragam. Ada penyuluh, pendamping, konsultan, dan sebagainya.

Moderator : Bu Nining saat ini sedang membantu Divisi PUKM menjalankan Pilot Project Pendampingan Unit Usaha Pondok Pesantren di Prov Banten. Baik, Bu Nining sudah bersemangat sekali untuk berbagi dengan kita.

———-MATERI———-

Tidak banyak yg bs bagi pd Bpk/ibu, pengalaman pendampingan saya cukup unik,  mulai dari diomeli org sampai dibohongi oleh para nelayan. Tapi itu semua saya anggap pembelajaran yg berharga Terakhir, saya mendampingi bbrp lembaga di Jambi dlm pengembangan usaha berbasis hasil hutan.

Moderator : Berarti kurang lebih sudah 16 tahun jadi pendamping ya, Bu?

Iya

Moderator : Sudah berapa banyak UMKM yg didampingi sampai saat ini, Bu?

Secara total lebih dr 1000 org penerima manfaat

Moderator : Wow, lebih dari 1.000?! Luar biasa loh, bu. Bagaimana awalnya ibu menjadi pendamping sampai bisa mendampingi UMKM sebanyak itu, bu? Seperti yg ibu mungkin tahu, Jamkrindo saat ini sedang membangun kompetensi pendamping UMKM. Mungkin ibu bisa share kompetensi dasar apa saja yg harus dimiliki seorang pendamping

Lebih dr 1000 krn ada model pendampingan individu dan jg berkelompok. Kompetensi dasar pendamping:

  1. Dasar Manajemen usaha
  2. Kemampuan berkomunikasi
  3. Memiliki pengetahuan teknis di bidang usaha yg sedang didampingi

Moderator : Apakah di awal menjadi pendamping dulu, Bu Nining memperoleh pelatihan untuk bisa punya bekal kompetensi dasar tsb?

Iya, pertama thn 2001 sy ikut pelatihan ttg Business Plan selama 2 minggu dmn di pelatihan tsb jg ada materi ttg pendampingan usaha.

Moderator : Menjadi pendamping UMKM saya rasa bukan hal yang mudah, terutama mengingat begitu banyaknya sektor usaha UMKM dan sangat bervariasinya kebutuhan dari masing-masing UMKM. Terkait hal tsb, pelatihan apa saja yang pernah Ibu ikuti yang memperkaya kapasitas Ibu sebagai pendamping?

Bbrp pelatihan yg pernah saya ikuti misalnya :

  1. Pelatihan ttg pembuatan business plan
  2. Small Business Development di Australia
  3. Grounded Business Coaching
  4. Micro Finance Institutional Development
  5. Business Consultant 6. Seni Fasilitasi
  6. Branding
  7. SME Development by ILO

Moderator : Bu Nining, selama ini, adakah pengalaman paling menarik yg bisa diceritakan? Sambil Bu Nining ngetik kisah menarik selama jadi pendamping, kita tampung pertanyaan dari seluruh Indonesia.. Bapak Ibu silakan yang ingin bertanya bisa disampaikan ke moderator

Tiap client spesial buat saya, Pernah saya mendampingi pengrajin bordir khas Aceh paska tsunami. Kami dampingi setelah bisnisnya hancur tak tersisa.  Pelan2, kita kasih semangat, mulai bisnis lg. Lalu bisnis dibangun dg sistem dan pembukuan yg lebih baik. Alhamdulillah saat saya tinggalkan,  omset sudah 50jt per bulan dan saat ini kabarnya bahkan dia sudah ekspor. Tapi pengalaman lainnya saat kita berjuang mendampingi para nelayan, dan berhasil tp mrk tdk mau mengerjakan kewajibannya. Saya juga terlibat dlm program IUMK atau Ijin Usaha Mikro Kecil di DKI jkt. Blusukan keluar masuk pasar,  sosialisasi ke para pedagang pasar serta menemani para pedagang ke kantor pajak setempat.

———-SESI TANYA JAWAB———-

Pertanyaan dari Bapak Erwin (Kantor Cabang Banjarmasin)

Bagaimana alur pendampingan? Apa saja yang dilakukan oleh pendamping ketika awal bertemu UMKM dan tools apa saja yang digunakan untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan UMKM?

Alur pendampingan

Biasanya di sesi awal,  kita interview dulu,  kita gali permasalahan yg dihadapi oleh client apa.  Kita juga bs tanya impiannya. Istilah saya KS (kondisi skrg)  KD (kondisi yg diinginkan), lalu gap-nya dmn. Setelah itu buat perencanaan pendampingannya. Gap atau masalah yg muncul bs diselesaikan dg bbrp cara mis.pelatihan, magang,  studi banding, coaching, pameran, akses lembaga Keuangan, akses pasar, dll. Biasanya sy akan diskusikan dg client ttg rencana pendampingan ini termasuk jadwal yg disepakati. Tools yg digunakan beragam tp sy paling sering pakai BMC (Business Model Canvas) krn lebih praktis buat ukm dlm memotret bisnisnya

Pertanyaan dari Bapak Anggit (Kabag Pemeringkatan Divisi PUKM)

Ibu Nining yang terhormat, menarik sekali sharing Ibu malam ini. Mohon ijin perkenan untuk saya mengajukan sebuah pertanyaan, memperhatikan besarnya jumlah UMKM di Indonesia dan jumlah profesi pendamping yang tersedia, sampai dengan saat ini dari seluruh UMKM yang telah ibu dampingi, berapa persen kira-kira jumlahnya yang diperkirakan sudah berhasil naik kelas bu? Dan menurut ibu, dalam sebuah siklus pendampingan, idealnya seorang pendamping melakukan pendampingan kepada berapa banyak UMKM?

Untuk mengetahui brp persen yg naik kelas mesti ada Survey dulu. Saya melakukan fungsi monev tp tentu tdk dlm jangka panjang. Yang jelas saat mendampingi, ada output yg disepakati antara pendamping dan client. Saat ini konon kabarnya pemerintah sedang mengejar target 10 rb pendamping umkm di seluruh Indonesia untuk mendampingi 54 juta usaha mikro dan kecil yg ada di Indonesia. Angka ideal pendampingan sangat variatif.  Utk sektor pertanian dan peternakan,  biasanya 1 pendamping : 30 client krn sebagian besar menggunakan model kelompok dan untuk pengrajin handycraft kira2 1:10. Juga biasanya berkelompok tp lebih kecil kelompoknya, Untuk retail 1:5, lebih individul,  bahkan skrg lebih spesifik lg mis.khusus ukm ekspor atau khusus masalah branding,  dll.

Pertanyaan dari Ibu Hafizah (Kadiv Sistem Resi Gudang)

Bu Nining tadi menyampaikan pengalaman dengan nelayan yang berhasil didampingi tapi tidak mau mengerjakan kewajiban. Apakah setelah pendampingan ada kewajiban? Kewajiban seperti apa? Dan apakah bisa dijelaskan tentang komitmen UMKM dalam pendampingan?

Waktu itu untuk memperbaiki bisnisnya, para nelayan dan pendamping sepakat utk menggunakan pola menabung sebagian dari hasil tangkapan. Tabungan ini dialokasikan utk kebutuhan melaut dan keluarga mrk sehari2. Hal ini juga utk menghindari dari rentenir yg pinjamkan uang utk beli solar. Wkt itu kapal dibantu oleh sebuah lembaga internasional. Namun,  ya itu…  Mrk susah sekali utk menabung.

Pertanyaan dari Bapak Iwan Hermanto (Kabag Konsultasi Manajemen Divisi PUKM)

  1. Berapa lama idealnya masa pendampingan? Siapa yang menentukan lama tidaknya masa pendampingan?
  2. Adakah tips dan trik agar UMKM bersedia memberikan semua informasi yang dibutuhkan saat pendampingan?
  3. Pendampingan tentu punya tujuan khusus. Apakah setelah didampingi dan tercapai tujuan khusus tsb, UMKM dapat dikatakan Naik Kelas? Bagaimana menilai UMKM berhasil dalam pedampingan?

  1. Lamanya pendampingan tergantung kesepakatan yg tertuang dlm kontrak antara kita dan klien, apa output yg diinginkan. Tapi utk usaha baru, sebaiknya pendampingan dilakukan minimal 1 th,  itupun melalui program pemerintah atau CSR krn biasanya mrk blm punya dana utk pendampingan
  2. Kita hrs belajar dasar fasilitasi. Kadang utk tahu info tertentu kita mesti berbelok2, ga bs lurus to the point
  3. Menurut saya, naik kelas itu tdk bs dilihat hanya dr satu sisi misalnya omset,  profit,    Itu hanya dampak. Tetapi yg lebih prinsip,  ketika kita dampingi trus bisnis bs dijalankan dg lebih efektif dan efisien,  itu naik kelas yg sebenarnya. Kemudian biasanya,  omset dan profit akan mengikuti.

Pertanyaan dari Bapak Abdul Bari (Sekretaris Perusahaan)

  1. Hal tersulit dan sering ditemui saat memberikan pendampingan itu apa? Penyebab kendala tersebut apakah lebih banyak faktor internal atau eksternal?
  2. Apa ukuran kalau sebuah pendampingan sdh selesai atau tanpa pendampingan? Seberapa sering monev yg ideal ?

 

  1. Hal tersulit buat saya saat harus mendampingi bisnis yg pengambil keputusannya berbeda dg pengelola bisnis. Mis. Anaknya manajer, pingin perubahan tp bpknya sbg owner, ga mau. Jadi bingung sayanya. PDKT ke ownernya lama, sampai saat ini sih kendalanya lebih bnyk di internal usaha tsb
  2. Monev sebaiknya di tengah project dan selesai project. Kalau project 1thn bs 3 kali. Standarnya adalah output yg tertuang dlm kontrakan kerja antara pendamping dan klien yg didampingi. Kami membantu para ukm untuk mencapai tujuannya dg potensi dan sumber daya yg mrk miliki

 

———-KESIMPULAN———-

Moderator : Dari KulWa malam ini, dapat saya simpulkan beberapa poin : 1) Pendamping UMKM adalah sebuah profesi, maka dari itu dibutuhkan kompetensi dasar yang harus dimiliki pendamping. 2) Alur pendampingan : pemetaan kondisi usaha dan kondisi yang diharapkan –>  penyusunan perencanaan pendampingan dan jadwal yang disepakati –> pelaksanaan rencana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s